Page 3 of 4

An Experience IC3INA 2013 – Part 1

Alhamdulillah, in 19 to 20 November 2013, I have a wonderful opportunity to attend the International Conference on Computer, Control, Informatics, and It’s Application (IC3INA 2013) that held in Main Auditorium, LIPI Building, Jakarta, Indonesia. If you are wondering where the building is, it is a cylinder shaped building, erected in Gatot Subroto Street, right in the front of Kartika Chandra Hotel. This conference was held by Indonesia Institute of Science (LIPI) and Ministry of Communication and Informatics with the support from IEEE, IEEE Indonesian Section, Fujitsu, and Icon.

In this post, please allow me to share some stories about this conference that I attended earlier this week. I hope this post can give you, and also to future me, a general (perhaps, vague) picture about the environment of an international conferences and help you to prepare for it.

The Submission Process

IC3INA opened their paper submission session from January 2013, almost one year before the conference event. Fill in the registration form available in their web pages and read the term and submission carefully before you do your submission. Take a note about the conferences important deadline. Make sure you are not missed it.

Conferences usually has a submission template. Because the IC3INA’s proceeding are going to be published in IEEE Xplore, the authors were asked to submit their paper in IEEE formats, using the available template and guidelines they provided. Strictly follows all of the guidelines.

As for the submission process, the conference’s committee asked us to send our submission into Easy Chair system. Make sure to not forget your username and password because you will use this account for reviewing and revising phase. Properly submit your abstract, author’s information, and then upload you submission.

The Reviews Process

After some times, at least two of the scientific committee will do the reviewing process to your submission. Each reviewer has a different characteristic. Some will be more focused on the formatting, like the way you cite other works (IEEE uses number style), while other focused on the argument and content of your paper (e.g. why you choose these method while a better method is available).

The result will be send to your Easy Chair account. This email also contains the decision on whether your submission is accepted or not. So, you must check your email frequently after the submission date is passed. After you revise your submission, you have to send it again using your Easy Chair account. I am not quite sure about other conference, but IC3INA only have an iteration of review process.

This is some parts of my review results. In this case, my submission is weakly accepted. Weak, but still accepted nevertheless ;):

OVERALL EVALUATION: 1 (weak accept)

Novelty/Originality: Rate the novelty and originality of the ideas or results presented in the paper: 2 (The ideas and the discussions are interesting to a limited degree)

Argumentation and discussion: Rate  the strength of arguments and discussions in explaining research finding and connection with original research question.: 3 (The discussion is somewhat interesting and some evidence to support conclusion).

Clarity: Rate the clarity of the presentation regarding research question/problem and the relevance of the literature overview: 3 (The presentation is somewhat clear and it has some relation to the literature review)
Overall Quality of the Submission: 3 (fair)

———– REVIEW ———–

This article does not produce something new to the algorithm, the authors confess that they followed previous research (reference no.[3]), only they tried it to the different case (Paddy Disease through leaf color).

Section V perhaps need in depth discussion and better to elaborate some mathematical foundation. Not clear from the paper the relation between leaf figures in the left side of Figure 4 to Fractal Descriptor curve on the right side. Authors need to elaborate some explanations OR quote previous works.

Figure 5 and Figure 6 need information of unit in vertical and horizontal axis.

Although this article does not contribute something new, it contribute some additional information how the algorithm in Reference no.[3] perform in case of Paddy Diseases through leaf color.

Conclusion : can be considered to be accepted with some revision.

Submission Finalization

Few weeks before the conference, the committee will ask us to send the camera-ready paper in PDF format that already checked and approved by PDF-Express website. At the beginning, I found this process is quite confusing. The PDF-Express keeps rejecting my PDF file. Fortunately, the Google (almost) never fail to provide you with useful information. Some post kindly explain to you the most common mistake and, more importantly, how to recover from this problem.

Lastly, do not forget to fill the IEEE Copyright and Consent Form, signed it, and send it to conference organizers.

Payment

Now, let’s talk a bit about money. Do not forget to pay for the conference fee to the committee, or you will not be able to talk in conference ;). The students and local participants are usually got a discount. If you pay a lot earlier (early bird), you will also receive additional discount. The payment scheme for IC3INA is as follow:

Speaker non-student               : Rp. 1,500,000 (early payment Rp. 1,200,000)
Speaker student                      : Rp. 1,000,000 (early payment Rp. 800,000)
Non-speaker non-student        : Rp.    500,000 (early payment Rp. 400,000)
Non-speaker student               : Rp.    250,000 (early payment Rp. 200,000)

As I am a speaker student and I pay early, I only have to pay 800,000 IDR for the conference.

Administrative Documents

There are some documents that will be issued by conference’s committee like invitation letter and invoice. IC3INA diligently uploaded these documents in their website main page. Save and manage these documents properly, especially if you are not using your own money (like grant money).

This is the end of the first part of my stories. For the next part, I will write about the condition in the conference venue :).

Thank you for your attention, and stay tune.


Biodiversity and Integrated Pest Management: Working Together for a Sustainable Future

Alhamdulillah pada tanggal 4-5 Juli 2013 yang lalu saya mendapat kesempatan mengikuti konferensi bertajuk Biodiversity and Integrated Pest Management: Working Together for a Sustainable Future di Hotel Sintesa Peninsula, Manado. Kebetulan abstrak yang saya kirimkan tiga bulan yang lalu diterima oleh panitia sehingga saya harus mempresentasikan hasil penelitian saya di sana. Adapun judul abstra yang saya kirimkan ialah computer vision for paddy disease identification to support integrated pest management yang merupakan hasil penelitian pendahuluan dari topik tesis yang saya kerjakan.

Hal yang menarik, dan menjadi pengalaman berharga, dari konferensi ini ialah saya harus mempresentasikan penelitian di bidang ilmu komputer pada hadirin yang berasal dari bidang ilmu proteksi tanaman. Artinya, gaya pembahasan saya tidak boleh seperti saya mempresentasikan hal yang sama pada komunitas ilmu komputer. Pasti akan terjadi roaming dengan audiens yang kebingungan. Oleh karena itu, sebagian materi presentasi (yang saya ambil dari presentasi sidang komisi) saya hilangkan, terutama yang sifatnya terlalu teknis.

Hal menarik lainnya ialah ternyata peserta konferensi tersebut hampir mencapai 300 orang yang berasal dari 15 negara. Hampir separuh peserta konferensi sekaligus pemrasaran merupakan orang asing. Cukup menegangkan juga presentasi di depan hadirin ini. Saking tegangnya, sejak satu minggu sebelum konferensi (sampai saat tulisan ini terbit), saya mengalami insomia :mrgreen:.

Saya salut dengan para hadirin yang setia mendengarkan setiap pemrasaran, bahkan pemrasaran yang berbicara dengan terbata-bata (termasuk saya sepertinya). Sebagian besar tetap menyimak, bahkan memberikan komentar yang sifatnya konstruktif. Hal ini sepertinya harus ditiru oleh warga Indonesia yang sering tidak menghargai orang lain, bahkan sampai mengguyur lawan bicaranya dengan air mineral.

Saat diskusi berlangsung

Kemudian, ternyata hampir seluruh pemrasaran telah bergelar Doktor atau Profesor. Jelas saya yang masih mahasiswa Magister ini sempat merasa lebih tegang lagi. Pada sesi kedua saat saya presentasi, selain saya terdapat 5 orang penyaji lainnya. Akhirnya perasaan tegang juga semakin bertambah :mrgreen:. Untungnya, saat nama saya dipanggil, ketegangan itu telah berkurang sehingga presentasi dapat berlangsung dengan cukup lancar dengan waktu yang sangat singkat (hanya 10 menit dari 15 menit yang diberikan). Sepertinya topik komputer sangat jarang dibahas di komunitas proteksi tanaman sehingga hampir semua pertanyaan (4 dari 6) diajukan pada saya, termasuk pertanyaan dari moderator sendiri. Alhamdulillah, walaupun saya sempat panik karena seorang penanya menyebutkan nama latin dari hama yang sama sekali tidak saya ketahui.

Sepertinya, menarik juga untuk mengenalkan topik di bidang Ilmu Komputer pada komunitas keilmuan lainnya.Hal yang menurut kita biasa bisa jadi merupakan hal yang luar biasa bagi orang lain. Kerja sama dengan bidang ilmu lain sangat cocok dilakukan oleh ilmuwan komputer karena kita, seperti yang disebutkan oleh Brooks (1996), seorang toolsmith yang membuat perangkat yang membantu mengatasi masalah manusia. Karena itu, seorang ilmuwan komputer haruslah berinteraksi dengan orang-orang di bidang ilmu lainnya untuk membuat sebuah alat yang bermanfaat dan dapat digunakan di lapangan.

Alhamdulillah sekarang acaranya telah selesai (dengan sangat sukses!). Di sana pun saya berkenalan dengan banyak orang. Sayang saya tidak dapat menikmati acara field trip ke Bunaken karena harus mengikuti ujian keesokan harinya.

Kumpulan abstrak dan program dari konferensi ini

Sekian, terima kasih :mrgreen:

Referensi

Brooks FP Jr. 1996. The computer scientist as toolsmith II. Communication of ACM. 39(3):61-68


Bakso Jupe: Bakso Jumbo nan Pedas

Bakso Jumbo Pedas

Bakso sebesar apakah yang pernah Anda lihat? Mungkin tidak sebesar bakso pada gambar di atas. Itulah bakso yang bernama Bakso Jupe (Jumbo Pedas) yang dijual di kedai Baso Ci-Pro yang berada pada daerah Cibanteng Proyek. Mungkin, inilah makna harfiah dari frasa ‘Semangkuk Bakso’ karena memang bakso tersebut diberi mangkuk khusus karena ukurannya yang super.

Bakso Cipro

Kedai Bakso Ci-Pro berada di Jalan Cibanteng Proyek. Apabila Anda berangkat dari arah Kampus IPB Dramaga, kedai ini berada pada sisi jalan kanan. Hati-hati terlewat karena kedai ini tidak terlalu mencolok.

Bakso Cipro

Beragam ukuran bakso dipajang pada etalase kedai. Mulai dari bakso kecil, bakso besar, bakso jumbo, sampai bakso jupe. Cobalah bandingkan ukuran bakso dengan buah alpukat yang ada pada bagian kanan gambar. Sekedar informasi, bakso di bagian kanan masih masuk kategori bakso jumbo yang lebih kecil daripada bakso jupe.

Bakso Cipro

Daftar harga hidangan di Kedai Ci-Pro. Anda dapat menikmati semangkuk mie dengan beraneka ukuran bakso. Tentunya, semakin besar ukuran bakso, harganya semakin mahal. Lucunya ialah, harga bakso jupe ditulisi dengan tangan… Seporsi bakso jupe dapat diperoleh dengan harga 15000 rupiah.

Bakso Cipro

Rasa dari bakso ini sangat gurih, terutama pada bagian dalam bakso. Saya khawatir rasa ini timbul dari penggunaan penyedap makanan yang berlebihan. Namun, satu hal yang saya sukai ialah adanya rasa merica yang kental pada bakso tersebut. Sangat menyegarkan, apalagi kalau Anda sedang sakit influenza.

Sekian, selamat menikmati :)


Tips Mengikuti Sertifikasi Microsoft Office Specialist

MOS10-specialist_rgb

Sejak diadakan di Institut Pertanian Bogor sejak dua tahun lalu, peluang lulus dari sertifikasi Microsoft Office Specialist (MOS) masih di bawah 10%. Setelah beberapa kali bertanya pada peserta ujian, baik mahasiswa maupun pegawai, terdapat beberapa tantangan yang mereka hadapi saat mengerjakan ujian.

Tantangan pertama ialah bahasa dan waktu pengerjaan. Hal ini muncul karena soal ujian MOS diberikan dalam bentuk bahasa Inggris dan waktu pengerjaan yang hanya 50 menit – jumlah soal sertifikasi berkisar 18-40 soal, tergantung pada topik yang diujikan.

Tantangan lainnya ialah tidak terbiasanya peserta dengan ujian berbasis performa (performance-based test). Padahal, untuk kasus Microsoft Office, sertifikasi akan lebih mudah dan lebih komprehensif jika dikerjakan dalam bentuk demikian, bukan pilihan ganda seperti laiknya sertifikasi yang lain. Saya pribadi lebih menyukai ujian berbasis performa ini karena sifatnya yang lebih riil.

Tantangan terakhir ialah kurangnya eksplorasi peserta terhadap fungsi-fungsi yang ada pada Microsoft Office. Sebagai ilustrasi, hampir semua orang pernah menyimpan sebuah fail presentasi PowerPoint dalam format PDF. Namun, tidak semua orang pernah menyimpan hanya halaman tertentu saja dalam format PDF, dalam bentuk outline, gambar terkompresi, dan dilindungi dengan kata sandi. Pengaturan-pengaturan seperti inilah yang harus kita eksplorasi sebelum melakukan ujian sertifikasi.

Alhamdulillah, dari lima kali ujian MOS yang saya ikuti, saya selalu lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin membagi beberapa tips yang saya lakukan untuk lulus dari ujian sertifikasi MOS tersebut.

Kerjakanlah ujian dalam kondisi tenang.
Tidak dipungkiri bahwa ketenangan adalah faktor yang sangat berpengaruh saat mengerjakan ujian apapun. Saat ketenangan kita terganggu, konsentrasi kita akan buyar sehingga kita cenderung melakukan kecerobohan saat mengerjakan soal yang diberikan, mulai dari salah menekan tombol hingga salah membaca soal. Sebelum memulai ujian, pastikanlah Anda berada dalam kondisi yang tenang dan nyaman. Datanglah setidaknya setengah jam sebelum ujian untuk membiasakan diri dengan kondisi ruangan ujian.

Perhatikanlah sisa waktu yang dimiliki.
MOS Outlook dan PowerPoint terdiri atas 38 dan 40 soal. Ujian lainnya, walaupun soalnya lebih sedikit, memiliki pertanyaan yang cukup kompleks. Oleh karena itu, perhatikan selalu waktu yang Anda gunakan untuk menjawab sebuah soal. Jangan menghabiskan waktu pada soal yang sulit, terutama pada bagian awal ujian. Apabila Anda mendapatkan soal yang menurut Anda cukup sulit untuk dikerjakan….

Gunakanlah tombol Skip.
Ujian MOS memungkinkan Anda untuk melewati sebuah soal. Hal ini akan sangat membantu karena Anda dapat memaksimalkan nilai yang Anda dapatkan dengan terlebih dahulu mengerjakan soal yang menurut Anda mudah. Saran saya, gunakanlah tombol skip sedini mungkin. Apabila Anda merasa tidak yakin dapat menjawab soal yang diberikan, segera tekan tombol Skip. Kasus yang sering saya amati ialah seorang peserta yang mencoba-coba mengerjakan soal yang sulit baru menekan tombol skip setelah mencoba mengerjakan soal tersebut selama lebih dari 3 menit. Time is precious.

Bacalah soal dan instruksi dengan teliti.
Instruksi dan soal pada ujian MOS seringkali ditulis dengan padat informasi. Artinya, setiap informasi yang diberikan adalah informasi yang berharga. Sebuah pada Outlook, misalnya, dapat meminta Anda untuk menyaring pesan yang hanya dikirimkan pada Anda. Kata hanya di sini menjadi isyarat bahwa ada konfigurasi lanjut yang harus Anda lakukan saat mengerjakan soal tersebut. Ketidaktelitian ini dapat mengurangi nilai Anda.

Carilah kata kunci pada soal.
Hal ini terutama jika Anda tidak mengetahui fungsi yang ditanyakan pada soal. Misalnya, muncul soal untuk membuat Costum View pada Excel. Walaupun Anda belum pernah menggunakan fitur tersebut, kata View pada fungsi tersebut dapat memberi Anda petunjuk untuk mencari fungsi yang dimaksud pada tab View di Ribbon. Soal yang diberikan sering menyebutkan fungsi yang dibutuhkan secara eksplisit.

Persiapkan diri dengan matang. 
Bacalah terlebih dahulu objektif dari setiap ujian. Buku MOS Study Guide dapat Anda gunakan untuk mempelajari detail dari setiap objektif. Setidaknya, lakukanlah poin-poin berikut:

  • Pastikan Anda berlatih menggunakan fitur-fitur, terutama fitur yang jarang atau tidak pernah Anda gunakan.
  • Jika Anda memiliki akses terhadap practice test, lakukanlah tes tersebut setidaknya dua kali sebelum mengikuti ujian.
  • Eksplorasi setiap tombol yang terdapat pada Ribbon. Lihatlah tooltips yang berisi nama dan deskripsi dari setiap tombol tersebut.
  • Pelajarilah istilah-istilah khas Microsoft Office seperti Ribbon, TabGroup, Smart Art, Artistic Effect, Workbook, dan Red Accent 5. Soal ujian akan menggunakan istilah-istilah tersebut untuk menguji pemahaman Anda.

Sekian saja tips dari saya. Semoga membantu ujian sertifikasi rekan-rekan sekalian.

Semoga sukses.


Gedung Andi Hakim Nasution

Pekan yang lalu, saya sempat salah naik angkot. Bukannya naik jurusan Kampus Dalam, saya malah naik jurusan Ciherang. Akhirnya, saya terpaksa turun di Pintu 2. Untungnya, waktu masih menunjukkan pukul 07.15 pagi. Cuaca pun cerah. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk meluangkan waktu sejenak untuk mengambil beberapa foto dari Gedung Rektorat IPB yang bernama Gedung Andi Hakim Nasution.012_fhdr

019
Ciri khas gedung yang menjadi tempat kerja Rektor dan unsur pimpinan IPB ini ialah bentuknya yang menyerupai piramida. Karena di sekelilingnya tidak terdapat gedung tinggi, Gedung AHN dapat terlihat dari berbagai tempat di Kampus IPB Dramaga, walaupun yang terlihat hanya bagian puncak gedungnya. Contohnya seperti gambar berikut:

001

Waktu kuliah dulu, saya sering menggunakan atap Rektorat sebagai patokan arah :mrgreen:.
014

Di depan Rektorat inilah terdapat lapangan luas yang biasa digunakan untuk pelaksanaan acara-acara resmi, terutama upacara HUT Kemerdekaan RI, Hari Pendidikan, dan berbagai kegiatan lainnya.

Sementara stok gambarnya baru ini. Rasanya ada beberapa foto Rektorat dari sisi lainnya yang saya ambil dengan menggunakan kamera yang lain :)


Terlambat

Heran. Frekuensi keterlambatan mahasiswa rasanya semakin tinggi saja. Yang disayangkan ialah, mereka tetap berusaha untuk masuk dan tetap membubuhkan tanda tangannya di daftar absen, bahkan walaupun mereka terlambat hampir 40 menit. Yang lebih mengherankannya lagi ialah mereka masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Pagi ini, kebetulan saya ambil foto dari suasana responsi pagi ini.

001

Pukul 07.00 WIB saat kuliah seharusnya dimulai

Bagaimana cara saya memulai sesi responsi jika keadannya seperti ini? Jikalau saya minta salah satu kelompok untuk maju, mereka pasti akan menolak dengan alasan berkas presentasinya masih dibawa oleh rekan mereka yang belum datang. Akhirnya, saya terpaksa menanti sampai waktu toleransi selama 15 menit itu habis. Setelah itu, pintu kelas saya tutup.

004

Pukul 07.15 WIB, saat waktu toleransi keterlambatan habis

Setelah saya rekap, ternyata jumlah mahasiswa yang tidak hadir karena terlambat tadi mencapai 16 orang. Cukup tinggi juga. Sepertinya perlu strategi baru untuk memberantas kebiasaan seperti ini. Sayang kalau sampai terbawa ke dunia kerja nanti :( .

 


Axure Teaching Lisence

Picture1There are good news for HCI class. Today, Axure gave us a free “Not For Commercial Use” license key for Computer Science Department. Axure will be installed in Dramaga and Baranangsiang computer labs. The “responsi” might be combined (or even replaced) with practicum activity in laboratory starting next semester *stay tune for the next info*.

If you are students that takes HCI class, you also can apply to Axure’s Good Student Program to request your own personal license key. The condition is that you must get a GPA of 3.0 or higher in last semester. You can scan your transcript (Indonesian language is fine) and attach it in the available form.

With this programs, I hope the quality of interface prototype created in HCI classes will be even better and easier to build :). Happy studying!


IPB in Lenses

2013-03-12 08.38.43_fhdrWhen I still study in undergraduate program at IPB, I want to create a photo series of campus environment. I even create a blog titled IPB Daily Photos back then. Sadly, a real world activity makes me unable to manage that blog. Another obstacle of this project is that I don’t have a decent camera. Actually, even now, the best I have is my 3MP smartphone camera.

What I have in mind is a series of post that introduce IPB to the reader. Each post will consist of photos (a lot of them!) and their explanation. The post can talk about anything: a building, an event, a food, even a class activity. So, if I have to introduce IPB into someone else, I can simply show them that posts ;).

Well, the any DSLR camera is still out of reach for me, so I will start this project bit by bit using my smartphone..Feel free to join me ;).


Stanford’s HCI Class is Open at April 1st

coursera

Just received the announcement email this morning. As the title says, the HCI class will open at April 1st 2013. You can register in this class in their homepage. Based on previous session, the classes will consists of lecture videos, quizzes, and assignments and consist of following topics:

  • Week 1 — Introduction
  • Week 2 — Needfinding
  • Week 3 — Rapid Prototyping
  • Week 4 — Direct Manipulation
  • Week 5 — Heuristic Evaluation
  • Week 6 — Representations
  • Week 7 — Visual Design
  • Week 8 — Information Design
  • Week 9 — Designing Experiments
  • Week 10 — Running Experiments

You can access last session lecture video before take this class. Now, let’s pray that the internet connection supports the video streaming :mrgreen:

Happy learning.


Daftar Perangkat Lunak Pembuatan Prototipe Antarmuka

Wireframing (sumber: Mike Rohde @ flickr)

Wireframing (sumber: Mike Rohde @ flickr)

Dalam merancang antarmuka aplikasi, seorang perancang perlu mempertimbangkan interaksi yang terjadi antara pengguna dan aplikasi. Karena konteksnya adalah interaksi, penggunaan perangkat desain, seperti Adobe Photoshop, yang hanya bisa menampilkan desain statis menjadi kurang tepat. Untuk menampilkan interaksi, seorang perancang antarmuka perlu membuat prototipe antarmuka yang interaktif.

Di kelas responsi IMK, sering muncul pertanyaan tentang perangkat lunak seperti ini. Sejauh ini, jawaban favorit saya adalah Axure yang memiliki fitur lengkap dan mudah untuk digunakan. Hanya saja, Axure merupakan perangkat lunak berbayar :(. Alternatif lainnya yang gratis belum ada yang memiliki fitur selengkap Axure. Alhasil saya hanya bisa menganjurkan peserta responsi untuk memasang versi trial dari Axure saja.

Pada tulisan ini, saya mencoba mengumpulkan daftar perangkat lunak tersebut, baik gratis maupun berbayar. Minimal ketika ada mahasiswa yang menanyakan pertanyaan serupa, saya tinggal menunjukkan tulisan ini :mrgreen:.

Continue reading


« Older posts Newer posts »