Author: asfarian (page 2 of 4)

I saw the light fade from the sky
On the wind I heard a sigh
As the snowflakes cover
My fallen brothers
I will say this last goodbye

Night is now falling
So ends this day
The road is now calling
And I must away

Over hill and under tree
Through lands where never light has shone
By silver streams that run down to the sea

Under cloud, beneath the stars
Over snow and winter’s morn
I turn at last to paths that lead home

And though where the road then takes me,
I cannot tell
We came all this way
But now comes the day
To bid you farewell

Many places I have been
Many sorrows I have seen
But I don’t regret
Nor will I forget
All who took that road with me

Night is now falling
So ends this day
The road is now calling
And I must away

Over hill, and under tree
Through lands where never light has shone
By silver streams that run down to the sea

To these memories I will hold
With your blessing I will go
To turn at last to paths that lead home

And though where the road then takes me,
I cannot tell
We came all this way
But now comes the day
To bid you farewell

I bid you all a very fond farewell

Penjelasan PKM – 2 Februari 2015

Batas waktu pengumpulan proposal PKM GT/AI (Sumber: Ditmawa)

Batas waktu pengumpulan proposal PKM GT/AI (Sumber: Ditmawa)

Penjelasan (atau briefing) awal bagi pembimbing dan tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun ini dilaksanakan hari ini, 2 Februari 2015, bertempat di Auditorium Toyib Hadiwijaya. Alhamdulillah berdasarkan pengamatan saya, tingkat kehadiran baik mahasiswa maupun dosen sangat tinggi, terbukti dari ruangan yang hampir penuh terisi. Walaupun terjadi penurunan dari jumlah proposal yang diunggah ke SIMLITABMAS maupun jumlah proposal yang didanai, semoga tingkat kehadiran yang tinggi ini menjadi sebuah pertanda peningkatan prestasi IPB di kompetisi tahunan ini. Berdasarkan pemaparan dari Kasubdit Minat, Bakat, dan Penalaran, Bapak Sugeng, terdapat beberapa perbedaan dalam pelaksanaan PKM tahun ini. Beberapa poin yang saya catat adalah:

  • Jumlah proposal yang diunggah dan didanai menurun dari tahun lalu. Beberapa faktor: beberapa PTN baru yang mengikuti PKM dan penurunan minat di PKM Penelitian.
  • Dana talangan 70% sudah dapat dicairkan terhitung tanggal 2 Februari 2015 sore. Dengan adanya dana talangan ini, kelompok PKM dapat memulai pelaksanaan kegiatan secepat mungkin sehingga hasil yang dicapai lebih maksimal. Hal ini juga mempertimbangkan jadwal monev eksternal DIKTI yang berdasarkan panduan PKM dijadwalkan satu bulan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya (terhitung 4 bulan setelah kegiatan dimulai).
  • Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) yang lebih intens. Apabila pada tahun sebelumnya kegiatan monev internal dilaksanakan sebanyak dua kali, pada tahun ini Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) menargetkan diadakan sebanyak empat kali monev internal di tanggal 28 Februari, 28 Maret, 2 Mei, dan 30 Mei.  Beberapa monev diwacanakan untuk dilaksanakan oleh Fakultas agar bidang keilmuan dengan topik mahasiswa lebih cocok.
  • Pelaksanaan pelatihan pendukung kegiatan PKM. Ditmawa akan mengadakan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kualitas PKM IPB yang meliputi: pelatihan internet marketing dan online shop (22 Feb 2015), workshop paten dan HAKI (25 April 2015), pelatihan pembuatan poster dan presentasi (9 Mei 2015), pelatihan penulisan laporan dan artikel ilmiah (23 Mei 2015), dan ditutup dengan PIM IPB dan PKM Expo (30-31 Mei 2015).
  • Peningkatan efektivitas karantina. Pada tahun sebelumnya peserta karantina hanya membawa bahan mentah presentasi sehingga proses pemantapan kurang maksimal. Dengan adanya tiga poin di atas, diharapkan pada saat karaktina mahasiswa dapat disiapkan dengan lebih baik agar dapat tampil prima ketika presentasi.
  • Faktor komunikasi pembimbing dengan tim.

Secara ringkas, jadwal pelaksanaan PKM tahun direncakan sebagai berikut:

Kegiatan Waktu
Penandatanganan Kontrak 29 Januari 2015
Pelaksanaan Tahap I (Hingga Laporan Kemajuan) Februari-Mei 2015
Monev Eksternal (DIKTI) 3-19 Juni 2015
Pelaksanaan Tahap II (Hingga Laporan Akhir) 20 Juni – 25 Juli 2015
Penetapan Peserta PIMNAS 30-31 Juli 2015
Unggah Artikel dan Poster PIMNAS 16-19 Agustus 2015
Pelaksanaan PIMNAS 24-28 Agustus 2015

Pada tahun ini, alhamdulillah terdapat dua proposal dari Departemen Ilmu Komputer yang didanai pada kategori PKM-Karsa Cipta. Jumlah ini jauh menurun dibanding sebelumnya karena fokus mahasiswa mulai bergeser ke kompetisi yang lebih mengarah ke bidang IT.  Akan tetapi, semoga dua proposal tersebut dapat kita kawal bersama agar bisa menghasilkan hasil yang baik. Terakhir, sekedar mengingatkan proposal PKM untuk bidang Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan Artikel Ilmiah (PKM-AI) masih dibuka hingga 31 Maret dan 27 Maret 2014. Bagi Anda yang memiliki ide-ide orisinil untuk menyelesaikan masalah nyata, silakan jajal kedua kategori tersebut. Semoga usaha ini akan membawa hasil yang manis kelak. Amiin.

Tautan Terkait PKM

Apa itu SKS?

Definisi SKS

Apa itu SKS? Berhubung masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) di IPB akan tiba, saya ingin mengingatkan tentang makna Satuan Kredit Semester (SKS). SKS merupakan takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran dalam mengikuti proses akademik di perguruan tinggi. Setiap kegiatan akademik (seperti kuliah, responsi, dan praktikum) akan memiliki bobot SKS yang menyatakan waktu yang harus dialokasikan oleh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sekarang, kita akan coba lihat seberapa lama 1 SKS dalam satuan jam. Berdasarkan Pasal 16 Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, 1 SKS pada kuliah, responsi, praktikum, dan tutorial setara dengan 160 menit dengan rincian yang disajikan pada Gambar 1.

1SKS

Gambar 1 Durasi 1 SKS berdasarkan 16 Permendikbud No. 49 Tahun 2014

Kurang Pahamnya Mahasiswa tentang SKS

Kesalahan yang sering saya temukan adalah mahasiswa hanya memperhitungkan waktu tatap muka saja (50 menit per SKS) dalam menyusun KRS mereka. Hal ini sangat fatal karena terdapat 110 menit yang tidak diperhitungkan oleh mahasiswa dalam menyusun jadwal mereka. Akhirnya, di tengah semester, mahasiswa mulai mengeluhkan beban kuliah yang terlalu berat bagi mereka (tugas dan proyek yang terlalu banyak). Dampak akhirnya ya tidak jauh dari pencapaian semester yang tidak maksimal. Sebagai ilustrasi, saya coba uraikan konsekuensi beban belajar bagi mahasiswa yang mengambil 18, 21, dan 24 SKS. Saya asumsikan satu minggu terdiri atas enam hari efektif untuk belajar (hari minggu khusus untuk istirahat).

  • 18 SKS x 160 menit = 48 jam per minggu = 8.00 jam per hari.
  • 21 SKS x 160 menit = 56 jam per minggu = 9.33 jam per hari.
  • 24 SKS x 160 menit = 64 jam per minggu = 10.67 jam per hari.

Ya, sekitar 11 jam waktu hidup Anda harus diabdikan untuk belajar jika Anda mengambil 24 SKS. Beban yang cukup berat bukan? Masih berani mengambil 24 SKS? Sebagai seorang dosen saya tidak akan melarang mahasiswa mengambil 24 SKS, siapa tahu dia memang sanggup. Memang pada kenyataannya ada mahasiswa yang dapat mengambil 24 SKS dan mencetak prestasi baik, namun jarang saya temukan. Pada intinya, mohon ingat konsekuensi yang harus Anda ambil dan jangan bilang kalau Anda tidak pernah diingatkan sebelumnya oleh dosen pembimbing Anda ;). You. Have. Been. Warned.

Tips

Sedikit tips bagi Anda yang berkenan membaca tulisan ini:

  • Ambil SKS dengan memperhatikan kemampuan Anda. Belajar 11 jam per hari bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tetap alokasikan waktu untuk mengerjakan aktivitas lain seperti berorganisasi atau melakukan hobi agar Anda tidak jenuh. Ingat: Haste makes waste; slow and steady wins the race.
  • Cicil tugas yang diberikan, terutama tugas atau proyek kuliah yang baru dipresentasikan di akhir semester. Hasilnya akan lebih baik dibanding tugas yang dikerjakan mepet. Baca juga: Tips untuk Tidak Menunda-Nunda.
  • Gunakanlah waktu alokasi belajar mandiri menjadi 40 menit mempelajari kuliah selanjutnya, dan 20 menit untuk mengulas materi perkuliahan sebelumnya. Dengan ini, ketika Kuliah anda telah mengetahui sebagian konsep yang dijelaskan dan pertanyaan yang Anda ajukan akan lebih berbobot. Selain itu, ilmu akan lebih lengket, insyaAllah. 
  • Bagi yang muslim, jangan lupakan doa sebelum dan sesudah belajar agar ilmu yang diperoleh lebih berkah.

Sekian, semoga bermanfaat. Semoga semester ini akan lebih baik dibanding semester yang lalu.

Tautan terkait:

Paper Nano: Sagrada Familia

Paper Nano: Sagrada Familia

Paper Nano: Sagrada Familia

In this holiday, I finally able to open a miniature kit that I bought in Hong Kong last month, Paper Nano of Sagrada Familia. This is basically a paper miniature (most commonly called papercraft) of Sagrada Familia in Spain. The manufacturer is Kawada, the same company that made Nano Blocks series.

The contents of Sagrada Familia

The contents

Created with a concept of small sized-miniature papercraft, the Paper Nano comes with several “runner” made of thin cardboard.They are printed in different colour and partially cutted so it can be separated easily. The dotted line also available to helps you fold the paper parts. Some small parts are really hard to fold so some patiance, and good eyes, are needed. To create the building, you just need a glue (I used Fox glue) and some pinset.Proceed carefully as the paper are thin and easier to break than plastic material.

The completed model of Sagrada Familia

The completed model

I just realized that I forgot to took a work-in-progress pictures. Well, It took less than an hour to assembled the building and some more time to let the glue dry. I used Fox glue as they will become transparent when dry, makes your work looks cleaner. You basically just glue and fold the paper. Many parts must be stacked to makes a thick portion of the building and to make color variation.

The silhouette of tourist available in the package of paper nano Sagrada Familia

The silhouette of tourist available in the package

A nice feature of this kit, a silhouette of tourist that took a pictures. I should bought other of this Paper Nano but my budget is dreadfully limited now. If you wondering, this kit is very small, only 12 cm in height. Pretty fun and easy build, with awesome finish!

This week TED video featured Michael Rubinstein, a Google Researcher, and his technology in motion microscope. Unlike ordinary microscope, the motion microscope detects smallest changes in video and magnify it, either it is a changes in color or movement of objects in video.

For more information regarding this topics, you can try reading the following URL:

International Partnership Program between Saga University and Bogor Agricultural University

IPB members in International Partnership Program with Prof. Hiroshi Okumura from Saga University

IPB members in IPP with Prof. Hiroshi Okumura from Saga University

International Partnership Program is a yearly program held in Faculty of Science and Engineering, Saga University, Japan. It is a great program that enabling both universities to learn from each other. It is not only about the research, but also about the cultural understanding and lets the students experience the campus life and culture in Japan. It is very good program to have and has a lot of benefit to lecturers and students from both university. I hope this program can be sustainably conducted again.

Lab members of 4th Research Group and students in Scientific English II class from Saga University with lab members from Computer Vision Research Group (IPB) in International Partnership Program.

Tempat Mengunduh eBooks Gratis (dan Legal)

Tulisan ini sebenarnya telah dipublikasikan beberapa tahun yang lalu di blog lama yang sekarang tidak diurus. Akan tetapi, sepertinya tulisan ini masih relevan untuk dipublikasikan kembali di blog ini. Tentu saja ada beberapa tambahan lainnya.

Satu dekade lalu, saat kita membutuhkan sebuah buku, perpustakaan atau toko buku adalah tempat pertama yang kita tuju. Sekarang, di era internet ini, versi digital dari sebuah buku bisa kita dapatkan dengan mudah. Sayangnya, kemudahan itu justru mengarah ke pembajakan buku digital.

Daripada kita membahas bajak-membajak, lebih baik kita membahas tempat idaman untuk mendapatkan ebook yang gratis dan legal. Saya coba rangkumkan beberapa situs  yang menyediakan hal tersebut.

  1. Freecomputerbooks merupakan sebuah situs yang mengumpulkan buku-buku di bidang komputer yang dapat dibaca atau diunduh secara gratis. Saat anda memilih sebuah buku, anda akan diarahkan ke situs pengarang atau penerbit yang menyediakan versi digital dari buku tersebut untuk dibaca, atau diunduh, secara gratis. Hanya saya, terkadang buku yang ditampilkan adalah versi draft jadi harap maklum jika terdapat kesalahan ketik pada buku tersebut. Terlepas dari itu, saya salut pada para penulis buku yang rela untuk menggratiskan versi digital bukunya :mrgreen:.
  2. College Open Textbooks memiliki fungsi yang mirip dengan freecomputerbook. Bedanya, topik yang diberikan tidak hanya tentang komputer (Sumber: f.ardiansyah).
  3. Perpustakaan Adelaide menyediakan koleksi ebook berformat epub dari karya-karya sastra klasik. Formatnya lebih rapih daripada Project Gutenberg.
  4. Public domain feedbook.com menyediakan beragam pilihan jenis buku untuk diunduh dalam format ebook. Wajib dibuka untuk para pengguna ereader (Sumber : f.ardiansyah).
  5. Epubbooks.com hampir mirip dengan feedbook.com (Sumber: f.ardiansyah).
  6. Google Books juga menyediakan buku-buku yang dapat dibaca secara gratis. Untuk buku-buku yang masih belum masuk ke domain publik, ada beberapa halaman yang dihilangkan (Sumber: f.ardiansyah).

Silakan ditambahkan, pastinya ada yang terlewati oleh saya. Semoga bermanfaat.

“So many books, so little time.”Frank Zappa

A man asks his doctor, an old friend, if he’s out of danger after a recent road accident. The doctor replies: ‘In the world we live in, if a boy goes out to buy five apples but arrives home with only two, people would conclude that he has eaten the three missing apples. In my world, there are other possibilities: he could have eaten them, but he could also have been robbed; the money he’d been given might not have been enough to buy the five apples he’d been sent for; he could have lost them on the way home; he could have met someone who was hungry and decided to share the fruit with that person, and so on. In my world, everything is possible and everything is relative.’

Taken from The Zahir by Paulo Coelho

Pudarkah Budaya Kebersihan di Kampus?

Belakangan ini, rasanya semakin banyak saja sampah yang berserakan di ruang publik. Ketika berkunjung ke Pantai Ancol kemarin, rasanya semakin banyak saja sampah yang berserakan di tepi pantai. Trotoar luas yang masih mulus, mungkin karena baru diperbaiki, dikotori oleh sampah. Bahkan ada yang tega membuang bekas potongan mangga yang baru ia santap di tempat duduk. Perihnya lagi, hal yang mirip pun terjadi di lingkungan kampus.

Ruang kelas, yang merupakan tempat belajar utama di kampus, seringkali ditinggalkan dalam keadaan kotor. Wadah air kemasan dan permen yang habis disantap paling sering tergeletak di lantai. Kadang, plastik bekas siomay atau batagor pun muncul, lengkap dengan bumbu kacang yang jumlahnya masih cukup banyak sehingga mengotori lantai dan sulit dibersihkan. Ketika ditegur, banyak yang beralasan bahwa tempat sampah yang tersedia tidak memadai. Padahal, sekarang hampir setiap wing dan ruang kelas telah dilengkapi dengan tempat sampah. Kalaupun memang tidak ada, apa sulitnya menyimpan kantung makanan atau minuman tersebut di tas untuk dibuang kemudian?

Di luar ruang kelas, keadaan yang mirip pun kadang sering saya temui. Setiap mengajar di Senin pagi, sering saya menemukan bekas nasi uduk dan camilan yang bergeletakan. Nasi dan lauknya yang kadang disisakan menjadi rezeki bagi kucing-kucing yang jumlahnya cukup banyak di kampus. Tentunya, kucing-kucing ini makannya berantakan :).

Sangat disayangkan bahwa budaya piket kelas hilang di kampus. Padahal, piket tidak hanya membuat lingkungan bersih, tapi juga memunculkan rasa memiliki siswa terhadap fasilitas yang mereka gunakan. Sempat saya meminta mahasiswa ketika mereka meninggalkan kelas untuk membersihkan kelas yang mereka gunakan. Sayangnya, respons mereka cenderung negatif. Bahkan ada yang berucap “Untuk apa? Kan sudah ada penjaga ruangannya”. *menghela napas*. Untungnya, masih ada beberapa orang mahasiswa yang ikut membantu membersihkan ruangan :).

Karena sifat cuek inilah, saya cenderung sinis saat menanggapi keluhan mahasiswa mengenai kondisi student center yang kotor. Setelah saya cek beberapa kali, ternyata fasilitas tersebut kotor dengan bekas sampah makanan dan perlengkapan kegiatan yang tidak dibereskan. Waduh, mungkin yang bersangkutan belum pernah mendengar ungkapan siapa menanam angin, akan menuai badai.

Memang sudah ada petugas-petugas yang dibayar untuk membersihkan kampus. Namun, bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Apakah dengan adanya petugas tadi kita dibolehkan untuk membuang sampah seenaknya? Yah, biarlah hati kecil ini yang menjawabnya.

Orchid House, Bogor Botanical Garden

Perhaps some of you have already visited the Bogor Botanical Garden and I hope it is a memorable memory for you. But, I think there are less people who already visited the Orchid House that located inside the Garden. Last weekend, I had a short visit there and taking some pictures of the Orchid House. I hope you will enjoying these pictures.

 So, if you have some time to spare, just visit the Orchid House. It is worth every penny you spend :).

Older posts Newer posts