ASUS ZenPower 10050 mAh

IMG_20150630_174645[1]Alhamdulillah dari keisengan mengisi formulir ASUS ZenExperience, blog ini mendapatkan kesempatan untuk mengulas tentang kemampuan ASUS ZenPower 10050 mAh. Setelah hampir dua pekan menggunakan powerbank tersebut, sekarang saatnya saya menunaikan kewajiban untuk mengulas produk ASUS yang satu ini :).

Kapasitas Daya

Kapasitas daya 10050 mAh yang ditawarkan sudah sangat mumpuni dan menggiurkan, terlebih bagi saya saya sebelum ini hanya menggunakan powerbank dengan kapasitas 3000 mAh. Saat ini, kebutuhan daya yang saya butuhkan untuk mengisi ulang ialah 2200 mAh untuk ponsel RedMi2 dan 4450 mAh untuk tablet Galaxy Tab 4 (total 6650 mAh). Kapasitas yang ditawarkan ini cukuplah untuk mengisi ulang kedua gadget tersebut selama perjalanan.

Ukuran dan Berat

Ukuran yang diklaim hanya sebesar kartu kredit bagi saya lebih berguna daripada kapasitas yang ditawarkan. Walaupun memang tebalnya tidak setipis kartu kredit :mrgreen:, ukuran tersebut cukup untuk masuk di kantong kemeja sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Berat 215 gram pun masih bisa ditolerir untuk dibawa dengan nyaman tanpa merasa terganggu.

Kemasan Kelengkapan

ASUS ZenPower dikemas dalam kemasan kotak sederhana yang di bagian belakangnya ditempeli dengan kartu jaminan. Akibatnya, bagian belakang kemasan yang berisi spesifikasi menjadi sulit untuk dilihat. Mengapa kartu tersebut tidak dimasukkan saja ke dalam kotak?

Setelah membuka kemasan, yang saya peroleh adalah powerbank itu sendiri dan sebuah kabel daya sepanjang 15 cm, tanpa adaptor. Hmm.

Saya tidak terlalu bermasalah dengan ketiadaan adaptor karena masih bisa dimaklumi. Tentunya pengguna yang memiliki ponsel kemungkinan besar memiliki adaptor :mrgreen:. Walaupun pada awalnya saya mempermasalahkan kabel yang sangat pendek, kelamaan saya menjadi nyaman dengan panjang kabel tersebut. Tidak perlu ribet digulung :).

Sayangnya, untuk kapasitas yang besar ini, ASUS ZenPower hanya menyediakan satu slot USB sehingga ia hanya dapat mengisi daya satu perangkat dalam satu waktu :(.

Design and Experience

Desain ASUS ZenPower, yang mengikuti prinsip, Zen minimalis tapi cantik dan elegan. Warna perak dan putih nyaman di mata. Akan tetapi, ada satu masalah yang saya temukan dengan jenis bahan yang digunakan. Bahannya licin sehingga saya sempat menjatuhkan powerbank ini :(.

Terakhir, bagi saya lampu daya yang menyala ketika proses pengisian berlangsung tidak perlu dibuat kedap-kedip.

Harga

Harga yang hanya Rp 299.000,- (menurut JakartaNotebook) sudah cukup terjangkau dengan kapasitas yang ditawarkan.

Simpulan

Walaupun saat ini kapasitas 10050 mAh bukan sesuatu yang luar biasa (coba cek artikel ini), ASUS ZenPower unggul dalam hal ukuran yang kecil sehingga mudah dibawa.


Tetap Belajar di Saat Liburan

Liburan telah tiba! Selamat kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak saudara dan sahabat. Jikapun Anda tetap tinggal di kampus, jangan bersedih, karena tetap banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan oleh Anda. Liburan memang saat untuk beristirahat dari kesibukan perkuliahan. Ada yang mengisinya dengan berkumpul dengan keluarga, berlibur, istirahat, menonton bioskop, kerja sambilan, atau melakukan perbaikan gizi :mrgreen:. Liburan adalah waktu yang sangat berharga. Akan tetapi, sayang sekali jika masa liburan hanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya ‘entertainment‘. Bukan berarti kegiatan tersebut harus ditinggalkan, namun porsinya harus diatur agar seimbang dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan kemampuan kita. Terutama bagi Anda, mahasiswa Ilmu Komputer yang baru menyelesaikan Tingkat Paling Bahagia Persiapan Bersama, isilah liburan sambil mempersiapkan diri menghadapi tingkat kedua, yang konon lebih sulit daripada tingkat pertama. Beberapa daftar hal yang mungkin dapat Anda lakukan ialah:

Mengikuti Kuliah Online

Kuliah online gratis semakin banyak jumlahnya. Sebut saja, misalnya Coursera, Udacity, dan Khan Academy. Topik yang saya sarankan meliputi cara kerja komputer, algoritme, peluang, dan kalkulus (Jangan wariskan buku Kalkulus – James Stewart Anda ;). Topik-topik tersebut essential bagi Anda di semester 3 nanti. Sebagai contoh, saya menyarakan untuk mengambil kuliah Algorithmic Thinking atau Principle of Computing yang diselenggarakan oleh Rice University.

Belajar Satu Bahasa Pemrograman

Bahasa C dan C++ masih menjadi bahasa pemrograman utama di perkuliahan nanti.  Akan tetapi, masih banyak bahasa pemrograman lain yang bisa Anda jajal. Sebut saja PHP untuk pengembangan web, C# sebagai pintu gerbang Anda menguasai teknologi .Net Microsoft, Java yang bisa mengantarkan Anda ke Android, atau bahasa pemrograman lain seperti Ruby dan Python yang sedang naik daun. Tutorial banyak bertebaran

Belajar Bahasa Inggris

Belajar Sedikit tips:


Selamat untuk Tim BitArt.co, Juara 3 JOINTS – Jogja Game Session 2015

IMG_2142
Selamat untuk tim BitArt.co yang berhasil meraih peringkat 3 dalam kegiatan JOINTS untuk cabang perlombaan  Jogja Game Session 2015. Tim yang sukses membawakan game bertajuk Tree Hero ini terdiri atas tiga orang mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, FMIPA, IPB, yaitu:
  • Noer Dzaky Putra Widitama G64130067
  • Hana Hanifah G64130005
  • Sigit Prabowo G64130009
Selamat untuk trio jawara. Selamat atas prestasi membanggakan yang berhasil dicapai. Semoga yang lain juga menjadi terpacu untuk berprestasi :mrgreen:.

Special Lecture on Computer Vision for Remote Sensing of the Agriculture

Slide1


Penyegaran di Kebun Raya

Setelah sekian lama, akhirnya ada hari libur yang bisa dimanfaatkan untuk “mandi alam” di Kebun Raya Bogor. Objektif primernya adalah menyegarkan badan dan pikiran setelah tiga minggu kegiatan Pelatnas yang nyaris tanpa libur. Objektif sekundernya adalah menjajal perangkat bawaan baru: Xiaomi RedMi 2 dan lensa Raynox DCR-250 yang baru tiba minggu lalu :mrgreen:. Rute, seperti biasa, dimulai dari Pintu 4 yang berada tepat di depan Kampus IPB Baranangsiang. Setelah itu langsung bertolak ke Rumah Anggrek dan diakhiri di Resto Grand Garden. Berikut beberapa cuplikasi foto yang berhasil diambil:

IMG_20150514_081127_HDR[1]

Kanopi pepohonan nan indah. Ketiga batang pohon besar yang nampak di gambar sebenarnya bagian dari satu pohon yang sama.

IMG_20150514_083332_HDR[1]

Rumah Anggrek, tempat favorit untuk istirahat sejenak sambil menikmati minuman hangat.

IMG_20150514_084834_HDR[1]

Salah satu ujung dari Jalan Anggrek

IMG_20150514_085146_HDR[1]

Air mancur di kolam teratai. Sayangnya tidak banyak teratai yang mekar.

IMG_20150514_090753_HDR[1]

Pemandangan dari Resto Grand Garden (dulu Cafe deDaunan)

IMG_20150514_090521_HDR[1]

Patung pengawal di Grand Garden

 

Foto-foto di atas diambil dengan menggunakan Redmi 2 dengan modus HDR. Sayangnya, rencana menjajal Raynox DCR-250 harus ditunda karena saya hanya membawa lensa makro :(

Tentunya, rasanya kurang pas kalau mampir di Grand Garden tanpa pesan makanan ringan dulu 😉

IMG_4319

Pofterjess – salah satu kudapan mantap di Grand Garden. Harganya 25,000 rupiah.

IMG_4307

Ditambah dengan Mango Garden yang segar plus ukurannya yang jauh lebih besar daripada dugaan saya XD

Dua foto di atas diambil dengan Canon 550D.


Terlalu Banyak Buku yang Ingin Dibaca

Selama Pelatnas III TOKI berlangsung, satu hal yang saya sadari adalah masih banyak hal tentang Ilmu Komputer yang belum saya ketahui (apalagi saya kuasai). Sembari membuat catatan singkat di ruang pelatihan dan mengamati karakter peserta, keisengan untuk mencari literatur tentang Ilmu Komputer pun muncul. Sekarang setelah Pelatnas selesai, rasa kaget pun muncul karena sudah cukup banyak ebook yang terkumpul. Mari kita absen. Ada 2 buku karya Donald Knuth ( 4 volume Art of Computer Programming, Literate Programmer, Concrete Mathematics), Introduction to Computer Theory-nya Daniel Cohen, Competitive Programming-nya Steven dan Felix Halim, beberapa buku tentang berpikir agoritmik, ditambah buku-buku lain yang secara iseng juga diperoleh.

Pertanyaannya sekarang: kapan bacanya 😉


Selamat Berjuang bagi Empat Besar Tim Olimpiade Komputer Indonesia 2015!

IMG_20150509_162613_HDR[1]

Selamat kepada empat besar Tim Olimpiade Komputer Indonesia 2015 yang telah terpilih pada Pemusatan Latihan Nasional Tahap (Pelatnas) III yang diselenggarakan di Departemen Ilmu Komputer, FMIPA, IPB. Setelah melewati hampir tiga minggu masa pelatihan yang terdiri atas latihan, satu kali kuis, dua kali simulasi, dan keikutsertaan di Asia-Pasific Informatics Olympiad 2015, keempat orang berikut dipilih:

  1. Muhammad Ayaz Dzulfikar, SMA YP Vidya Dahana Patra Bontang
  2. Agus Sentosa Hermawan, SMA Petra 2 Surabaya
  3. Michael Wibawa, SMA Kanisius Jakarta
  4. Stacia Edina Johanna, SMA Petra 3 Surabaya

Keempat siswa tersebut akan mengikuti Pelatnas 4 yang akan diselenggarakan di Universitas Indonesia. Selanjutnya di bulan Juli-Agustus 2015 mereka akan mewakil Indonesia di International Olympiad in Informatics di Kazakhstan. Semoga sukses! Go Get Golds!.


Where to Find Design Materials?

This post is intended to become a references for my students to find many website, tools, or articles about design. Many students incapable to produce good design simply because they are not using (or looking for) a good design materials.  So, I hope this post can be a good place to start their adventure to the world of design.

Typography

Many site host a large number of typeface but I found Font Squirrel as a good place to start. Many fonts are free as long you cite them properly. Font Squirrel also has a good catagorization and tag to helps you browsing through the fonts. If you are looking for paid font, you also can try Adobe Font Fonder.

Color

At my early days in HCI-class, I always recommend Colour Lovers as a place to search a pallete inspiration. The main reason is that it is simple.  However, I must move on from Colour Lovers to another pallete website, Design Seed.  The author of the book with same name create a website that host many beautiful palletes. Make sure you visit it.

Images

As for the place to find images, Flickr Creative Common is still my favourite :).


It is by encountering people that we can move forward. If you do it alone, you will only see your same, unchanging self.


Mencoba 3D Scanner

 

Contoh hasil pindai 3D scanner pada wajah manusiaContoh hasil pindai 3D pada wajah manusia

Alhamdulillah pada tahun ini, baik Dept. Ilmu Komputer maupun FMIPA, mendapatkan 3D Scanner. Nama lengkapnya adalah David Vision Structured Light 3D Scanner. Namanya, walaupun sedikit aneh, sebenarnya telah mencerminkan fungsi dan cara kerja alat ini. Fungsi alat buatan David Vision ini adalah untuk mendapatkan model 3D dimensi dari suatu objek dengan menggunakan teknik structured light.

David Vision Structured Light 3D Scanner

David Vision Structured Light 3D Scanner

Structured light bekerja dengan cara menyorot objek yang akan dipindai dengan menggunakan proyektor. Proyektor akan menampilkan gambar beberapa pola  geometri hitam-putih. Pola yang disorot ini akan jatuh pada objek dan menimbulkan distorsi. Dengan menganalisis distorsi dari pola yang jumlahnya hampir mencapai 40, komputer dapat membangun objek 3D dari model di dalam komputer.

Contoh pola yang ditampilkan oleh Laser Scanner

Contoh pola yang ditampilkan oleh Laser Scanner

Karena sifatnya baru coba-coba dengan tim FabLab FMIPA dan bimbingan saya, Auliansa, masih banyak fitur yang belum sempat dicoba. Hampir satu jam habis untuk mengatur proyektor dan kalibrasi alat karena kesalahan kecil hehe.  Fitur tekstur agar objek 3D yang diperoleh bisa memiliki warna serta object fusion belum sempat dicoba karena keterbatasan waktu. Semoga bisa ada kesempatan ngulik alat ini minggu ini agar panduan penggunaan dapat segera dihasilkan. Sudah ada beberapa ide yang muncul untuk penggunaan alat ini yang harapannya dapat memperkaya IPBiotics. Semoga bisa dieksekusi semester ini.

Narsis dulu dengan tim FabLab FMIPA

Narsis dulu dengan tim FabLab FMIPA

Adakah yang tertarik untuk mencoba alat ini? Jika muncul ide, silakan datang ke Dept. Ilmu Komputer atau FabLab FMIPA untuk berdiskusi lebih lanjut.

Tautan Terkait 3D Scanner

 


« Older posts